Monday, January 2, 2012

Siwak : Keajaiban dalam Sunnah Nabi

Sejarah Penggunaan Siwak (Salvadora persica)

       Penggunaan alat-alat kebersihan mulut telah dimulai semenjak berabad-abad lalu. Manusia terdahulu menggunakan alat-alat kebersihan yang bermacam-macam seiring dengan perkembangan sosial, teknologi dan budaya. Beraneka ragam peralatan sederhana dipergunakan untuk membersihkan mulut mereka dari sisa-sisa makanan, mulai dari tusuk gigi, batang kayu, ranting pohon, kain, bulu burung, tulang hewan hingga duri landak. Diantara peralatan tradisional yang mereka gunakan dalam membersihkan mulut dan gigi adalah kayu siwak atau chewing stick. Kayu ini walaupun tradisional, merupakan langkah pertama transisi/peralihan kepada sikat gigi modern dan merupakan alat pembersih mulut terbaik hingga saat ini.

       Miswak (Chewing Stick) telah digunakan oleh orang Babilonia semenjak 7000 tahun yang lalu, yang mana kemudian digunakan pula di zaman kerajaan Yunani dan Romawi, oleh orang-orang Yahudi, Mesir dan masyarakat kerajaan Islam. Siwak memiliki nama-nama lain di setiap bangsa, seperti misalnya di Timur Tengah disebut dengan miswak, siwak atau arak, di Tanzania disebut miswak, dan di Pakistan dan India disebut dengan datan atau miswak. Penggunaan chewing stick (kayu kunyah) berasal dari tanaman yang berbeza-beza pada setiap negeri. Di Timur Tengah, sumber utama yang sering digunakan adalah pohon Arak (Salvadora persica), di Afrika Barat yang digunakan adalah pohon limun (Citrus aurantifolia) dan pohon jeruk (Citrus sinesis). Akar tanaman Senna (Cassiva vinea) digunakan oleh orang Amerika berkulit hitam, Laburnum Afrika (Cassia sieberianba) digunakan di Sierre Leone serta Neem (Azadirachta indica) digunakan secara meluas di benua India.

Meskipun siwak sebelumnya telah digunakan dalam berbagai macam budaya di seluruh dunia, namun pengaruh penyebaran agama Islam dan penerapannya untuk membersihkan gigi yang paling berpengaruh. Istilah siwak sendiri pada kenyatannya telah umum dipakai selama masa kenabian Nabi Muhammad yang memulai misinya sekitar 543 M. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Seandainya tidak memberatkan ummatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan sholat (dalam riwayat lain : setiap akan berwudhu’).” Nabi memandang kesihatan dan kebersihan mulut adalah penting, sehingga beliau senantiasa menganjurkan pada isterinya untuk selalu menyiapkan siwak untuknya hingga akhir hayatnya.

Siwak terus digunakan hampir di seluruh bagian Timur Tengah, Pakistan, Nepal, India, Afrika dan Malaysia, khususnya di daerah pedalaman. Sebagian besar mereka menggunakannya karana faktor agama, budaya dan sosial. Umat Islam di Timur Tengah dan sekitarnya menggunakan siwak paling minimum sebanyak 5 kali sehari disamping juga mereka menggunakan berus gigi biasa. Kajian yang dilakukan oleh Erwin dan Lewis (1989) menyatakan bahawa pengguna kayu siwak memiliki kandungan yang rendah dijangkiti kerosakan dan penyakit gigi meskipun mereka memakan bahan makanan yang kaya dengan karbohidrat.

Habitat Tanaman Siwak

Siwak atau Miswak, merupakan bagian dari batang, akar atau ranting tumbuhan Salvadora persica yang kebanyakan tumbuh di daerah Timur Tengah, Asia dan Afrika. Siwak berbentuk batang yang diambil dari akar dan ranting tanaman arak (Salvadora persica) yang berdiameter mulai dari 0,1 cm sampai 5 cm. Pohon arak adalah pohon yang kecil seperti belukar dengan batang yang bercabang-cabang, berdiameter lebih dari 1 kaki. Jika kulitnya dikelupas berwarna agak keputihan dan memiliki banyak juntaian serat. Akarnya berwarna coklat dan bagian dalamnya berwarna putih. Aromanya seperti seledri dan rasanya agak pedas.

Siwak berfungsi mengikis dan membersihkan bagian dalam mulut. Kata siwak sendiri berasal dari bahasa arab ‘yudlik’ yang ertinya adalah memijat (massage). Siwak lebih daripada berus gigi biasa, karana selain memiliki serat batang yang elastis dan tidak merosal gigi walaupun di bawah tekanan yang keras, siwak juga memiliki kandungan alami antimikrobial dan antidecay system (sistem antipembusuk). Batang siwak yang berdiameter kecil, memiliki kemampuan fleksibilitas yang tinggi untuk menekuk ke daerah mulut secara tepat dan dapat mengikis plak pada gigi. Siwak juga bagus dan baik bagi perkembangan gusi.


Kandungan Kimia Batang Kayu Siwak

Al-Lafi dan Ababneh (1995) melakukan penelitian terhadap kayu siwak dan melaporkan bahwa siwak mengandungi mineral-mineral yang dapat membunuh dan menhalang pertumbuhan kuman, mengikis plak, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi. Siwak memiliki kandungan kimia yang bermanfaat, meliputi :

Antibacterial Acids, seperti astringents, abrasive dan detergent yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi, menghentikan pendarahan pada gusi. Penggunaan kayu siwak yang segar pertama kali, akan terasa agak pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard yang merupakan substansi antibacterial acid tersebut.

Kandungan kimiawi seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluorida, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimetilamin, Salvadorin, Tannin dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.

Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, yang dapat menyegarkan mulut dan menghilangkan bau tidak sedap.

Enzim yang mencegah pembentukan plak yang merupakan penyebab radang gusi dan penyebab utama tanggalnya gigi secara prematur.

Anti Decay Agent (Zat anti pembusukan) dan Antigermal System, yang bertindak seperti Penicilin menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah terjadinya proses pembusukan. Siwak juga turut merangsang produksi saliva, dimana saliva sendiri merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.

Menurut laporan Lewis (1982), penelitian terhadap tanaman ini telah dilakukan semenjak abad ke-19, dan ditemukan sejumlah besar klorida, fluor, trimetilamin dan resin. Kemudian dari hasil penelitian Farooqi dan Srivastava (1990) ditemukan silika, sulfur dan vitamin C. Kandungan kimia tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut dimana trimetilamin dan vitamin C membantu penyembuhan dan perbaikan jaringan gusi. Klorida bermanfaat untuk menghilangkan noda pada gigi, sedangkan silika dapat bereaksi sebagai penggosok. Kemudian terdapat sulfur dikenal dengan rasa hangat dan baunya yang khas, adapun fluorida berguna bagi kesehatan gigi sebagai pencegah terjadinya karies dengan memperkuat lapisan enamel dan mengurangi larutnya terhadap asam yang dihasilkan oleh bakteria

Siwak sebagai zat antibakterial

El-Mostehy dkk (1998) melaporkan bahawa tanaman siwak mengandung zat-zat anti bakteria. Darout et al. (2000) Melaporkan bahawa antimikrobial dan efek pembersih pada miswak telah ditunjukkan oleh variasi kandungan kimia yang dapat terdeteksi pada ekstraknya. Efek ini dipercaya berhubungan dengan tingginya kandungan Sodium Klorida dan Pottasium Klorida seperti salvadourea dan salvadorine, saponin, tannin, vitamin C, silika dan resin, juga cyanogenic glycoside dan benzylsothio-cyanate. Hal ini dilaporkan bahwa komponen anionik alami terdapat pada spesies tanaman ini yang mengandung agen antimikrobial yang melawan beberapa bakteri. Nitrat (NO3-) dilaporkan mempengaruhi transportasi aktif porline pada Escherichia coli seperti juga pada aldosa dari E. coli dan Streptococcus faecalis. Nitrat juga mempengaruhi transport aktif oksidasi fosforilasi dan pengambilan oksigen oleh Pseudomonas aeruginosa dan Stapyhylococcus aureus sehingga terhambat.

Menurut hasil penelitian Gazi et al. (1987) ekstrak kasar batang kayu siwak pada pasta gigi yang dijadikan cairan kumur, dikaji sifat-sifat antiplaknya dan efeknya terhadap komposisi bakteri yang menyusun plak dan menyebabkan penurunan bakteri gram negatif batang.

Penyusun (2005) di dalam skripsi yang berjudul “Pengaruh Ekstrak Serbuk Kayu Siwak (Salvadora persica) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Dan Staphylococcus aureus Dengan Metode Difusi Lempeng Agar” menemukan bahwa ekstrak serbuk kayu siwak bersifat antibakterial sedang terhadap bakteri S. mutans dan S. aureus.

Siwak sebagai “oral cleaner device” (alat pembersih mulut)

Siwak sangat efektif sebagai alat pembersih mulut. Almas (2002) meneliti perbandingan pengaruh antara ekstrak siwak dengan Chlorhexidine Gluconate (CHX) yang sering digunakan sebagai cairan kumur (mouthwash) dan zat anti plak pada dentin manusia dengan SEM (Scanning Electron Microscopy). Almas melaporkan bahwa 50% ekstrak siwak dan CHX 0,2% memiliki efek yang sama pada dentin manusia, namun ekstrak siwak lebih banyak menghilangkan lapisan noda-noda (Smear layer) pada dentin.

Sebuah penelitian tentang Periodontal Treatment (Perawatan gigi secara berkala) dengan mengambil sampel terhadap 480 orang dewasa berusia 35-65 tahun di kota Makkah dan Jeddah oleh para peneliti dari King Abdul Aziz University Jeddah, menunjukkan bahwa Periodontal Treatment untuk masyarakat Makkah dan Jeddah adalah lebih rendah daripada treatment yang harus diberikan kepada masyarakat di negara lain, hal ini mengindikasikan rendahnya kebutuhan masyarakat Makkah dan Jeddah terhadap Periodontal Treatment.

Penelitian lain dengan menjadikan serbuk (powder) siwak sebagai bahan tambahan pada pasta gigi dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi tanpa campuran serbuk siwak menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi kesehatan gigi secara sempurna adalah dengan menggunakan pasta gigi dengan butiran-butiran serbuk siwak, karena butiran-butiran serbuk siwak tersebut mampu menjangkau sela-sela gigi secara sempurna dan mengeluarkan sisa-sisa makanan yang masih bersarang pada sela-sela gigi. Hal ini yang mendorong perusahaan-perusahaan pasta gigi di dunia menyertakan serbuk siwak ke dalam produk pasta gigi mereka. WHO (World Health Organization) turut menjadikan siwak sebagai salah satu komoditas kesehatan yang perlu dipelihara dan dibudidayakan.

Sunday, December 18, 2011

Keajaiban Sujud Dalam Solat

Allah S.W.T telah mewajibkan hamba-Nya untuk mengerjakan solat 5 kali sehari semalam. Kisah penyerahan 'watikah' oleh Nabi Muhammad S.A.W daripada Allah S.W.T dimalam Israk dan Mikraj terhadap kewajipan solat begitu menakjubkan. Firman Allah yang bermaksud:

" Ada tanda-tanda mereka pada wajah mereka, daripada sebab bekas sujud." (Surah Al-Fath Ayat Ke-29)


Rasulullah S.A.W telah bersabda yang maksudnya: "Suatu cara yang lebih utama yang dapat dilakukan seseorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah S.W.T adalah dengan melakukan sujud ditempat sunyi." (HR: Ibnu Mubarak).

       Ramai cerdik pandai telah membicarakan kelebihan solat yang dikerjakan oleh umat Islam dari segi sains mahupun kesihat tubuh badan. Pelbagai penemuan yang telah didapati, pelbagai perkara telah dihujahkan. Salah satu penemuan yang menakjubkan berkaitan dengan solat adalah pada ketika melakukan sujud. Seorang doktor neurologi daripada Amerika Syarikat telah melakukan kajiannya mengenai urat saraf (neurologi) dan menemui keajaiban yang tidak dapat diterima akal fikiran.
       Dalam kajian tersebut beliau telah mendapati bahawa terdapat beberapa urat saraf didalam otak manusia yang tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Setelah membuat kajian yang memakan masa, akhirnya beliau mendapati bahawa darah tidak akan memasuki urat saraf didalam otak manusia melainkan pada ketika seseorang itu sedang sujud semasa mengerjakan solat. Urat tersebut memerlukan darah hanya untuk beberapa sukatan yang tertentu sahaja. Ini bermaksud bahawa darah hanya akan memasuki urat tersebut mengikuti kadar solat waktu yang diwajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan Allah S.W.T.
       Jadi, barang siapa yang tidak menunaikan solat, otaknya tidak akan dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Walaupun, akal mereka dapat berfungsi dengan secara normal, tetapi sebenarnya dalam sesuatu keadaan mereka akan kehilangan pertimbangan dalam membuat keputusan yang normal. Doktor neurologi daripada Amerika Syarikat tersebut amat kagum dengan penemuan tersebut lantaran beliau telah memeluk agama Islam. Setelah beliau memeluk Islam, beliau amat yakin akan perubatan secara Islam dan telah membuka klinik yang bertemakan "Perubatan Melalui Al-Quran". Kajian perubatan melalui Al-Quran membuatkan ubat-ubatan berteraskan apa yang terdapat didalam Al-Quran. Diantara kaedah-kaedah yang digunakan termasuklah berpuasa, mengunakan madu lebah, mengunakan bijirin hitam (black seed) dan sebagainya.
       Antara hikmah lain sujud adalah melegakan sistem penafasan dan mengembalikan kedudukan organ ke tempat asalnya. Manakala bernafas ketika sujud pula boleh:
  1.  Membetulkan kedudukan buah pinggang yang terkeluar sedikit daripada tempat asalnya.
  2. Membetulkan pundi peranakan yang jatuh.
  3. Melegakan sakit hernia (burut)
  4. Mengurangkan sakit sengugut ketika haid.
  5. Melegakan paru-paru daripada ketegangan.
  6. Mengurangkan kesakitan bagi pesakit apendiks atau limpa
  7. Kedudukan sujud adalah paling baik untuk berehat dan mengimbangkan lingkungan bahagian belakang tubuh.
  8. Meringankan bahagian pelvis
  9. Memberi dorongan supaya mudah tidur
  10. Mengerakkan otot bahu, dada,leher, perut serta punggung ketika akan sujud dan bangun daripada sujud
  11. Pergerakan otot itu menjadikan ototnya lebih kuat dan elastik, secara automatik memastikan kelincinan perjalanan darah yang baik.
  12. Bagi wanita, pergerakan otot itu menjadikan buah dadanya lebih baik, mudah berfungsi untuk menyusukan bayi dan terhindar daripada sakit buah dada.
  13. Mengurangkan kegemukan
  14. Pergerakan bahagian otot memudahkan wanita bersalin, organ peranakan mudah kembali ke tempat asal serta terhindar daripada sakit gelombang perut
  15. Organ terpenting iaitu otak manusia menerima banyak bekalan darah dan oksigen
  16. Mengelakkan pendarahan otak jika tiba-tiba menerima pengepaman darah ke otak secara kuat dan mengejut serta terhindar penyakit salur darah dan sebagainya.
  17. Dari segi psikologi pula, sujud membuatkan kita merasa rendah diri dihadapan Yang Maha Pencipta sekali gus mengikis sifat sombong, riak, takbur dan sebagainya.

Tuesday, May 10, 2011

Keajaiban Amalan Surah Mu'awwidzatain

     Surah Mu'awwidzatain ialah dua surah Al-Falaq dan surah An-Nas. Jika dilihat dari susunan surah-surah didalam Al-Quran, maka kedua-dua surah ini berada pada kedudukan didalam urutan dua yang terakhir iaitu surah ke 113 dan 114. Sebagaimana surah-surah yang lain, kedua-dua surah ini juga mempunyai keistimewaan yang tersendiri yang perlu diketahui oleh kaum muslimin supaya mereka boleh beramal dengannya.
     Ada riwayat yang mengatakan bahawa Rasulullah S.A.W pergi bermusafir, belayar dilautan dengan Uqbah Bin Amir. Apabila mereka sampai disatu daerah antara Juhfah dan Abwa', mereka diserang badai ombak dan kegelapan yang dahsyat. Lalu Rasulullah S.A.W mengajak Uqbah untuk membaca surah Al-Falaq dan surah An-Nas;

Adapun hadis yang menjelaskan kelebihan kedua-dua surah ini adalah seperti berikut. Rasulullah S.A.W bersabda yang bermaksud,;

Keutamaan Surah Mu'awwidzatain

Mengenai keutamaan atau kelebihannya Surah Mu'awwidzatain tercantum didalam hadis dari Abi Sa'id ia berkata Rasulullah S.A.W bersabda; 

Juga dalam hadis dari Ibnu Abbas, bahawasanya Rasulullah S.A.W bersabda;
Khasiat Surah Mu'awwidzatain

1. Merawat sengatan binatang berbisa
   Surah ini dapat menyembuhkan orang yang disengat kala jengking iaitu dengan cara dibacakan pada air garam kemudian disapukan atau digosokkan pada anggota badan yang disengat, maka dengan izin Allah S.W.T pasti akan sembuh. Hal ini sesuai dengan hadis dari sahabat Ali ketika Rasulullah S.A.W di gigit kala jengking.

2. Dipelihara dari kejahatan jin dan manusia
   Dapat menyembuhkan penyakit orang yang kena sihir atau santau maka bacalah sebanyak 41 kali dalam tempoh tiga, lima atau tujuh hari berturut-turut, insyallah dengan izin Allah S.W.T akan segera sembuh asal benar-benar yakin akan kekuasaanNya. 

3. Menghilangkan Perasaan Takut
  Apabila Surah Mu'awwidzatain ini dibaca sebanyak 100 kali, maka pasti akan selamat dan timbul keberanian didalam hatinya dengan izin Allah S.W.T untuk menghidari kekejaman penguasa, manusia jahat, godaan syaitan dan dapat membangkitkan keberanian dimalam gelap.

4. Ditunjukkan Jalan Ketika Didalam Kesesatan
  Surah Mu'awwidzatain juga dapat dijadikan petunjuk apabila tersesat dijalan atau ditengah-tengah perjalanan. Oleh kerana itu, apabila kita tersesat bacalah surah ini, pasti Allah S.W.T akan menunjukkan jalan dan menyelamatkan (terutama di malam gelap gelita).

5. Mencukupkan Keperluan
    Surah Mu'awwidzatain ini apabila dibacakan di waktu petang atau pagi sebanyak tiga kali dan membaca surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali juga, insyallah Allah S.W.T akan mencukupkan segala keperluan pengamalnya.

Sihat Seperti Rasullullah S.A.W

Rasulullah S.A.W bersabda : "Mu'min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu'min yang lemah ......"(HR Muslim)

Bagaimanakah agar kita sebagai umat terakhir Nabi Muhammad S.A.W sentiasa sihat seperti Rasulullah S.A.W? Ikuti resepi berikut :




SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH
Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan solat sunat dan solat Fardhu, solat subuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain : - Berlimpah pahala dari Allah - Kesegaran udara subuh yang bagus uutuk kesihatan/ terapi penyakit TB - Memperkuat fikiran dan menyihatkan perasaan.

AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN
Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari khamis atau Jumaát beliau mencuci rambut2 halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. "Mandi pada hari Jumaát adalah wajib bagi setiap orang2 dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman"(HR Muslim)

TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN
Sabda Rasul : "Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak ( tidak sampai kekenyangan)"(Muttafaq Alaih) Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesihatan.

GEMAR BERJALAN KAKI
Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori2 terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.

TIDAK PEMARAH
Nasihat Rasulullah : "Jangan Marah" diulangi sampai 3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesihatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah : - Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring - Membaca Ta 'awwudz, kerana marah itu dari Syaitan - Segeralah berwudhu - Solat 2 Rakaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati.

OPTIMISTIK DAN TIDAK PUTUS ASA
Sikap optimistik akan memberikan psikologi yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqamah dan bekerja keras, serta tawakkal kepada Allah SWT

TAK PERNAH IRI HATI
Untuk menjaga hati & kesihatan jiwa, mental maka menjauhi iri hati merupakan tindakan pencegahan yang sangat tepat.

Thursday, May 5, 2011

Khasiat Ayat Kursi

       Ayat Kursi diturunkan pada suatu malam selepas Hijrah. Menurut riwayat, ketika Ayat Kursi diturunkan disertai dengan beribu-ribu malaikat sebagai penghantarnya, kerana kebesaran dan kemuliaannya. Syaitan dan Iblis menjadi gempar kerana adanya suatu alamat yang menjadi perintang dan penghalang dalam perjuangannya.

       Rasullullah S.A.W segera memerintah kepada penulis Al-Quran iaitu Zaid bin Thabit agar segera menulisnya dan menyebarkannya. Ada terdapat sembilan puluh lima buah hadis yang menjelaskan fazilat ayat kursi. Sebabnya ayat ini disebut ayat KURSI kerana di dalam nya terdapat perkataan KURSI, ertinya tempat duduk yang megah lagi yang mempunyai martabat. Perlu di ingat, bukan yang di maksudkan dengan KURSI ini tempat duduk tuhan, tetapi adalah KURSI itu syiar atas kebesaran Tuhan.

Khasiat Ayat Kursi

1.Sesiapa yang membaca ayat Kursi dengan istikamah setiap kali selesai sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali masuk kerumah atau kepasar, setiap kali masuk ke tempat tidur dan musafir, insyaallah akan diamankan dari godaan syaitan dan kejahatan raja-raja (pemerintah) yang kejam, diselamatkan dari kejahatan manusia dan kejahatan binatang yang memudharatkan. Terpelihara dirinya dann keluarganya, anak-anak nya, hartanya, rumahnya dari kecurian, kebakaran dan kekaraman.

2.Terdapat keterangan dalam kitab Assarul Mufidah, barang siapa yang mengamalkan membaca ayat kursi, setiap kali membaca sebanyak 18 kali, inyaallah ia akan hidup berjiwa tauhid, dibukakan dada dengan berbagai hikmat, dimudahkan rezekinya, dinaikkan martabatnya, diberikan kepadanya pengaruh sehingga orang selalu segan kepadanya, diperlihara dari segala bencana dengan izin Allah s.w.t.

3.Salah seorang ulama Hindi mendengar dari salah seorang guru besarnya dari Abi Lababah r.a, membaca ayat Kursi sebanyak anggota sujud (7 kali) setiap hari ada benteng pertahanan Rasulallah s.a.w.

4.Syeikh Abul ‘Abas alBunni menerangkan: “Sesiapa membaca ayat Kursi sebanyak hitungan kata-katanya (50 kali), di tiupkan pada air hujan kemudian diminumnya, maka inysyaallah tuhan mencerdaskan akalnya dan memudahkan faham pada pelajaran yang dipelajari.
5.Sesiapa yang membaca ayat Kursi selepas sembahyang fardhu, Tuhan akan mengampunkan dosanya. Sesiapa yang membacanya ketika hendak tidur, terpelihara dari gangguan syaitan, dan sesiapa yang membacanya ketika ia marah, maka akan hilang rasa marahnya.

6.Syeikh alBuni menerangkan: Sesiapa yang membaca ayat Kursi sebanyak hitungan hurufnya (170 huruf), maka insyaallah, Tuhan akan memberi pertolongan dalam segala hal dan menunaikan segala hajatnya, dam melapangkan fikiranyan, diluluskan rezekinya, dihilangkan kedukaannya dan diberikan apa yang dituntutnya.

7.Barang siapa membaca ayat Kursi ketika hendak tidur, maka Tuhan mewakilkan dua malaikat yang menjaga selama tidurnya sampai pagi.

8.Abdurahman bin Auf menerangkan bahawa, ia apabila masuk kerumahnya dibaca ayat Kursi pada empat penjuru rumahnya dan mengharapkan dengan itu menjadi penjaga dan pelindung syaitan.

9.Syeikh Buni menerangkan: sesiapa yang takut terhadap serangan musuh hendaklah ia membuat garis lingkaran denga nisyarat nafas sambil membaca ayat Kuris. Kemudian ia masuk bersama jamaahnya kedalam garis lingkaran tersebut menghadap kearah musuh, sambil membaca ayat Kursi sebayak 50 kali, atau sebanayk 170 kali, insyaallah musuh tidak akan melihatnya dan tidak akan memudharatkannya.

10.Syeikul Kabir Muhyiddin Ibnul Arabi menerangkan bahawa; sesiapa yang membaca ayat Kursi sebayak 1000 kali dalam sehari semalam selama 40 hari, maka demi Allah, demi Rasul, demi alQuran yang mulia, Tuhan akan membukakan baginya pandangan rohani, dihasilkan yang dimaksud dan diberi pengaruh kepada manusia. (dari kitab Khawasul Qur’an)